Syaikh Abu Ishaq al-Huwainy

Imam Bukhary meriwayatkan Hadits yang bersumber dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, beliau berkata:

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah menugaskanku untuk menjaga kurma-kurma zakat. Suatu waktu, ketika aku sedang duduk di malam hari, aku melihat seorang laki-laki mengambil kurma dari ruangannya, maka aku pun menangkapnya, dan berkata kepadanya:

‘Aku pasti akan melaporkanmu kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.’

Orang itu kemudian mengadukan tentang hajat keluarganya dan bersumpah bahwa dia tidak akan kembali (mengulangi perbuatannya) lagi, maka aku pun melepaskannya.

Tatkala hari beranjak pagi, bertanya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam:

‘Wahai Abu Hurairah, apa yang dilakukan oleh temanmu semalam?’

Maka aku pun menjawab:

‘Wahai Rasulullah, dia mengeluhkan tentang hajat keluarganya dan bersumpah bahwa dia tidak akan mengulanginya.’

Rasul berkata, ‘Dia telah berdusta kepadamu dan dia akan datang kembali.’

Pada malam kedua orang tersebut datang kembali dan menumpahkan kurma, maka aku pun menangkapnya. Kemudian terulang kembali kejadian seperti malam sebelumnya.

Di pagi harinya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bertanya kepadaku, aku pun menjawab:

‘Dia mengadukan tentang kebutuhan keluarganya dan bersumpah bahwa dia tidak akan mengulanginya.’

Rasul bersabda: ‘Dia telah berdusta dan akan datang kembali’

Pada malam yang ketiga dia datang untuk menumpahkan kurma, maka aku pun menangkapnya dan berkata,

‘Untuk kali ini aku tidak akan melepaskanmu dan pasti akan aku laporkan kamu ke Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.’

Orang itu menjawab, ‘Bagaimana kalau aku ajarkan kepadamu sesuatu hal yang bermanfaat bagimu dan balasannya kamu akan lepaskan aku?’

Aku berkata, ‘Hal apakah itu?’

Dia berkata, ‘Jika engkau menuju tempat tidurmu maka bacalah ayat kursi. Karena sesungguhnya apabila engkau membacanya, Allah akan senantiasa menjagamu sampai pagi harinya’.” (HR Bukhary no. 2.311)

Ketika engkau dalam kondisi terbangun dari tidurmu, engkau dapat berdzikir mengingat Allah subhanahu wa ta’ala, dan hal itu menjadi senjatamu  untuk melawan syaithan. Sebagai mana disebutkan dalam Hadits dari Abu Malik al-Asy’ary, yang di awal Hadits disebutkan:

“Sesungguhnya Allah memerintahkan Yahya bin Zakariya atas lima kalimat” –hingga ia berkata:- “Berkata Yahya kepada Bani Isra’il: ‘Dan aku memerintahkan kalian untuk berdzikir kepada Allah, dan sesungguhnya perumpamaan hal itu -yakni permisalan seseorang yang berdzikir kepada Allah- seperti seorang lelaki yang sedang diikuti jejaknya oleh musuhnya dengan cepat, kemudian dia mendatangi gua yang dapat melindunginya, maka dia menjaga dirinya dari musuhnya dengan hal tersebut. Maka demikian juga bagi seorang hamba, dia tidak dapat menjaga dirinya dari syaithan kecuali dengan berdzikir kepada Allah’.” (HR Tirmidzi no. 2.863 dan dishahihkan oleh al-Albany dalam Shahih Sunan Tirmidzi no. 2.863)

Jika Anda memiliki senjata, Anda mampu untuk mengalahkan syaithan dari golongan jin bahkan mulai dari kesempatan yang pertama. Sesungguhnya ketika anda mulai mengucapkan: ‘Audzu billahi minasy-syaithani-rrajiim (Aku berlindung kepada Allah dari godaan syaithan yang terkutuk), maka mereka akan pergi menghindar ke belakang.

Adapun syaithan dari golongan manusia, walaupun Anda membacakan al-Qur’an seluruhnya kepada mereka, niscaya mereka hanya akan berkata, “Sesungguhnya kami akan duduk-duduk di sini”. Anda dapat mengalahkan syaithan dari golongan jin langsung pada kesempatan pertama, dan dia akan senantiasa dapat dikalahkan. Karena sesungguhnya apabila Anda berlindung kepada Allah dari syaithan, maka dia akan langsung kabur menyelamatkan diri.

Ketika Anda dalam kondisi terjaga, kemudian berdzikir dengan mengingat Allah, memohon ampunan kepada-Nya, serta berdzikir setiap kali Anda melihat ciptaan-Nya, maka syaithan tidak akan pernah dapat mendekatimu. Adapun ketika Anda sedang tidur, dan Anda meletakkan senjata Anda, maka musuh-musuh Anda akan mencoba menyerangmu, karena Anda usdah tidak bersenjata. Oleh karena itu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengajarkan kepada kita setiap kali kita hendak tidur agar berdo’a:

 اللهُمَّ أَسْلمتُ نَفْسي إليْكَ، وَوَجَّهْتُ وَجْهِي إليْكَ، وَفَوَّضْتُ أَمْري إليْكَ، وأَلْجَأْتُ ظَهْري إليْكَ

 “Ya Allah, aku serahkan diriku kepadaMu, sesungguhnya aku hadapkan wajahku kepada-Mu, aku serahkan urusanku padaMu, dan aku sandarkan punggungku kepada-Mu” (HR Bukhary no. 247 dan Muslim no. 2.710)

Betapa indah kalimat ini! Selamanya tidak mungkin bagi Anda untuk menyandarkan punggung Anda (meminta tempat berlindung) kepada manusia yang suka berkhianat.

Dan ketika Engkau mengucapkan: “Dan aku sandarkan punggungku kepada-Mu”; seakan-akan Anda berkata: “Wahai Tuhanku, tidaklah aku akan didatangi, karena sesungguhnya aku telah menyandarkan punggungku kepada-Mu (memohon perlindungan dari-Mu) selamanya.”

“Wahai Tuhanku, sesungguhnya aku hendak tidur, dan aku telah letakkan senjataku, maka Engkaulah yang akan berkuasa untuk melindungiku. Di saat aku terjaga dari tidur, aku senantiasa mengingat-Mu dan tidak bosan dari menyebut-nyebut nama-Mu. Maka sekarang aku serahkan punggungku kepada-Mu, maka lindungilah aku.”

Dan sebelumnya dia berkata: “Aku hadapkan wajahku kepada-Mu” karena di saat-saat seperti itu bisa saja seseorang tidur dan tidak bangun lagi selama-lamanya. Dia dimatikan dalam kondisi demikian, dan dirinya pergi ke alam akhirat, “kepada Tuhanmulah pada hari itu kamu dihalau” (sebagaimana dalam QS al-Qiyamah [75]:30). Dan hal ini juga sebagai penjelasan untuk Hadits yang lain:

 اللهم إن أمسكت نفسي فاغفر لها وارحمها، وإن أرسلتها فاحفظها بما تحفظ به عبادكك الصالحين

“Ya Allah, jika Engkau berkehendak untuk menahan jiwaku, maka ampunilah dan rahmatilah jiwaku. Namun apabila Engkau berkehendak untuk melepaskannya, maka jagalah jiwaku dengan sesuatu yang dengannya Engkau menjaga hamba-hamba-Mu yang shalih” (HR Ahmad no. 7.811, dan berkata para peneliti kitab Musnad Ahmad: “Sanadnya shahih sesuai dengan syarat Imam Muslim.”)

Jika Engkau berkehendak menahan ruhku, maka ruhku menuju kepada-Mu. Namun apabila Engkau melepaskannya kembali, maka jagalah aku agar musuh-musuhku tidak dapat membinasakanku.

Ketika Anda membaca al-Qur’an sebelum tidur, maka di antara balasannya adalah bahwa Allah Tabaraka wa Ta’ala akan menugaskan malaikat berdiam untuk menjagamu hingga Anda terbangun. Oleh karena itu, hendaknya Anda sempatkan untuk membaca al-Qur’an setiap kali sebelum tidur.

Ketika Anda membaca al-Qur’an sebelum tidur, sesungguhnya Anda telah membentengi diri Anda dari gangguan-gangguan musuh-musuh Anda dari golongan jin selama Anda tidur.

Kita memohon kepada Allah agar menjadikan al-Qur’an bersemi dalam hati-hati kita, cahaya bagi pandangan kita, dan penghilang kegundahan, keresahan, serta kesedihan kita. Dan kita pun meminta kepada Allah Tabaraka wa Ta’ala memberikan balasan dengan yang lebih baik dari apa yang telah kita kerjakan, karena sesungguhnya Dia-lah yang mengatur tentang hal itu, dan Maha kuasa untuk melakukannya.

 

Sumber Tulisan: https://ramadaniat.ws/zikr/340

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here