Pertanyaan:

Di negeri kami, kami menyempurnakan Ramadhan  hingga  tiga puluh hari. Sedangkan di Saudi berpuasa sebanyak dua puluh sembilan hari. Saya kaget ketika teman saya ternyata tidak lagi berpuasa pada hari ke-30. Dia berkata, “Haram puasa pada hari ini, karena hilal telah tampak di Arab Saudi.”

Pertanyaannya, apa hukum yang dilakukan oleh teman saya tersebut?

Jawaban:

Apabila seorang muslim berada di negeri yang menggunakan itsbat rukyatul hilal untuk menetapkan masuk dan berakhirnya bulan Ramadan, maka dia diperintahkan untuk berpuasa dan berhari raya berbarengan dengan penduduk di sana.

Sedangkan jika seorang muslim berada di negeri kafir, atau di negeri yang menganggap remeh persoalan masuk dan berakhirnya bulan Ramadan sehingga menetapkannya berdasarkan selera mereka tanpa mempedulikan rukyatul hilal, maka tidak mengapa dia mengikuti pihak yang dia percaya penetapan rukyatnya serta komitmennya dalam mengamalkan hukum-hukum syariat.

Wallahu a’lam

 

Sumber: https://islamqa.info/ar/67895

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here