Pertanyaan:

Saya berada di sebuah wilayah yang penentuan awal Ramadhannya dilakukan sejak awal tahun, yang berarti bahwa mereka tidak menyandarkan kepada terlihatnya bulan sabit (rukyatul hilal). Hal ini mendorong sebagian umat Islam yang kebanyakan adalah orang Arab mengabaikannya dan memulai bulan Ramadan mengikuti Saudi.

Apakah ini benar? Dan apa yang harus dilakukan oleh orang yang berpuasa bersama mereka sekarang?

Jawaban:

Alhamdulillah.

Jika seorang muslim berada di negara yang menjadikan rukyat syar’iyah  sebagai patokan dalam penentuan masuk dan keluarnya bulan, maka dia diperintahkan untuk menyamakan puasa dan berbuka bersama mereka.

Tapi jika seorang muslim tinggal di negara kafir atau di negara yang mengutak-atik penentuan masuk dan keluarnya bulan sesuai dengan selera mereka, tanpa memerhatikan rukyat sesuai syariat, maka dia mengikuti negara terdekat yang melihat hilal dengan hati-hati. Kalau dia berpuasa bersama dengan negara yang terpercaya dalam melihat hilal seperti Negeri Haramain (Saudi Arabia), maka hal itu tidak mengapa.

Berdasarkan hal itu, jika di wilayah Anda telah berpuasa sehari, misalnya, setelah negara yang melihat hilal dengan serius, maka dapat dikatakan kepada yang berpuasa bersama wilayah tersebut untuk tidak berlebaran bersamanya. Berlebaranlah bersama negara yang melihat hilal (bulan sabit). Kemudian lakukanlah qadha’ sehari sebagai pengganti hari pertama di bulan Ramadhan.

Wallahu a’lam .

Sumber: https://islamqa.info/ar/107943

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here