Pertanyaan:

Apa yang harus saya lakukan jika bulan terlihat di beberapa negara Muslim, tetapi negara tempat saya bekerja  menyempurnakan Sya’ban dan Ramadan tiga puluh hari? Apa penyebab perbedaan orang-orang berbeda dalam memulai Ramadan?

Jawaban:

Hendaknya Anda mengikuti penduduk negara Anda. Jika mereka berpuasa, maka berpuasalah dengan mereka. Di saat mereka berlebaran, maka lebaranlah bersama mereka. Berdasarkan sabda Nabi sHallallahu ‘alaihi wa sallam,

الصوم يوم تصومون ، والإفطار يوم تفطرون ، والأضحى يوم تضحون

“Puasa adalah hari orang-orang berpuasa, dan hari lebaran adalah hari ketika orang-orang berlebaran,  dan Idul Kurban adalah hari di mana orang-orang menyembelih.”

Perbedaan adalah perkara yang buruk, maka seharusnya Anda bersama penduduk negara Anda. Jika umat Islam di negara Anda berlebaran, maka ikutlah lebaran bersama mereka. Dan ketika mereka puasa, maka ikutlah berpuasa.

Adapun sebab perbedaan dalam penentuan Ramadhan adalah bahwa sebagian bisa menyaksikan hilal, sementara sebagian lain tidak melihatnya.

Mereka yang telah melihat hilal dapat dipercaya sebagian masyarakat serta menerima hasil rukyatnya. Tapi terkadang mereka tidak percaya dan tidak mengikuti rukyatnya. Karenanya timbullah perbedaan.

Satu negara mungkin telah melihat hilal dan menetapkannya sehingga penduduknya berpuasa atau lebaran berdasarkan isbat tersebut. Sedangkan negara lain bisa saja merasa kurang puas atau tidak percaya dengan hasil isbat negara tersebut karena berbagai alasan, bisa jadi karena sebab politik atau lainnya.

Maka wajib bagi setiap umat Islam untuk berpuasa ketika melihat hilal, dan lebaran ketika melihatnya.  Berdasarkan keumuman sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,

إذا رأيتم الهلال فصوموا ، وإذا رأيتم الهلال فأفطروا ، فإن غم عليكم فأكملوا العدة ثلاثين

“Jika kalian melihat hilal maka berpuasalah. Dan jika kalian melihat hilal, maka berlebaranlah. Jika pandangan kalian tertutupi awan, maka sempurnakanlah jumlah harinya menjadi tiga puluh.”

Jika mereka semua yakin keabsahan dari penetapan rukyat dan bahwa itu nyata dan telah terbukti, maka mereka harus berpuasa dan berlebaran berdasarkan rukyat itu.

Tetapi jika orang-orang berbeda dan tidak percaya satu sama lain, maka Anda harus berpuasa dengan umat Islam di negara Anda, dan lebaran bersama mereka. Berdasarkan sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam,

الصوم يوم تصومون ، والفطر يوم تفطرون ، والأضحى يوم تضحون

“Puasa adalah pada hari orang-orang berpuasa, dan hari lebaran adalah hari ketika orang-orang berlebaran,  dan Idul Kurban adalah hari di mana orang-orang menyembelih.”

Telah diriwayatkan secara valid dari Ibnu Abbasradhiallahu ’anhuma bahwa ketika Kuraib menyampaikan kepadanya bahwa penduduk Syam telah berpuasa pada hari Jumat, maka Ibnu Abbas mengatakan:

“Kami melihatnya hari Sabtu, dan kami akan terus berpuasa sampai melihat hilal atau menyempurnakannya menjadi tiga puluh hari.”

Beliau tidak mengikuti rukyat penduduk Syam dikarenakan jauhnya Syam dari Madinah dan adanya perbedaan mathali’ (tempat terbitnya bulan) di antara keduanya.

Beliau melihat bahwa masalah ini adalah ruang ijtihad. Maka sikap Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma dalam hal ini bisa menjadi teladan bagi Anda dan  orang-orang yang berpendapat demikian dari kalangan ulama, bahwa Anda harus berpuasa bersama penduduk negara Anda dan lebaran bersama mereka.

 

(Sumber: Majmu’ Fatawa Wa Maqalat Mutanawwi’ah, 15/100-102)

 

Sumber: https://islamqa.info/ar/106487

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here