Pertanyaan:

Bagaimana shalatnya orang yang dipenjara di ruangan gelap gulita di bawah tanah, sementara dia terikat dan sama sekali tidak mengetahui waktu-waktu shalat, tidak juga mengetahui waktu masuknya bulan Ramadhan?

Jawaban:

Alhamdulillah.

Pertama, kita memohon kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala agar memberikan nikmat kebebasan dalam waktu dekat kepada seluruh tawanan dari kalangan umat Islam. Dan agar diberikan kepada mereka keutamaan sabar dan ketabahan, dipenuhi hati mereka dengan ketenangan dan keyakinan, serta dimudahkan untuk umat  Islam jalan kebajikan dan dimuliakan para penolongnya serta dihinakan musuh-musuhnya.

Kedua, para ulama telah menetapkan bahwa kewajiban shalat dan puasa tidak hilang bagi narapidana, dan seharusnya dia berupaya memperkirakan untuk menetapkan waktunya. Apabila kuat dugaannya bahwa telah masuk waktu shalat, maka hendaknya ia menunaikan shalat. Kalau menurut dugaannya telah masuki bulan Ramadhan, maka ia berpuasa. Bisa saja ia menjadikan waktu-waktu makan sebagai petunjuk atau bertanya kepada penjaga penjara (sipir), atau semisalnya.

Jika dia telah berijtihad (baca: berupaya) dan memperkirakan dengan teliti waktu shalat dan puasa yang benar, maka ibadahnya sah dan diterima; Sama saja apakah setelah itu tampak bahwa perkiraannya sesuai dengan waktu atau melebihi waktunya, atau tidak terlihat sama sekali. Berdasarkan firman Allah Ta’ala,

لاَ يُكَلِّفُ اللّهُ نَفْساً إِلاَّ وُسْعَهَا

“Allah tidak membebani seseorang kecuali sesuai dengan kesanggupannya.” (QS. Al-Baqarah: 286).

Allah Subhanahu wa Ta’ala juga berfirman,

لَا يُكَلِّفُ اللَّهُ نَفْساً إِلَّا مَا آتَاهَا

Allah tidak membebani jiwa kecuali (sesuai) apa yang telah diberikannya.” (QS. Al-Thalaq: 7).

Dan apabila ia mengetahui bahwasanya ia telah berpuasa pada hari ‘Id, maka diharuskan baginya untuk meng-qadha’, karena puasa pada hari ‘Id tidak sah. Sedangkan jika ia kemudian mengetahui bahwa ia telah shalat dan puasa sebelum waktunya, maka diharuskan baginya mengulangi puasa dan shalatnya.

Disebutkan dalam kitab al-Mawsu’ah al-Fiqhiyyah, 28/ 84-85,  “Mayoritas ulama fikih berpendapat bahwa bagi orang yang samar-samar baginya penanggalan, maka dia tidak dibebaskan dari kewajiban puasa Ramadhan. Bahkan ia tetap diharuskan berpuasa, karena kewajiban itu masih berlaku dan ditujukan kepadanya.

Kalau dia berijtihad dan berpuasa, maka tidak lepas dari lima kondisi:

Kondisi pertama, masalahnya terus berlanjut dan dia tidak dapat mencari tahu solusinya. Jadi dia tidak tahu apakah puasanya bertepatan dengan Ramadhan atau sebelum atau sesudahnya. Dalam hal ini, puasanya sah dan dia tidak perlu mengulanginya, karena dia telah mengerahkan seluruh kemampuannya dan dia tidak diharuskan melakukan lebih dari itu.

Kondisi kedua, puasa narapidana bertepatan dengan bulan Ramadan, maka puasanya diterima.

Kondisi ketiga, puasa narapidana setelah Ramadhan, maka diterima (puasanya) menurut mayoritas ulama’.

Kondisi keempat, ada dua kemungkinan:

Kemungkinan pertama, ketika dia berpuasa sebelum Ramadhan, lalu  hal itu disadarinya sebelum datangnya Ramadhan, maka diharuskan berpuasa ketika Ramadhan datang -tanpa ada perbedaan pendapat di kalangan ulama- karena waktunya masih memungkinkan bagi dirinya.

Kemungkinan kedua, ketika dia berpuasa sebelum Ramadhan kemudian hal itu tidak ia sadari sampai berlalunya Ramadhan, maka apakah puasanya diterima? Ada 2 pendapat dalam hal ini:

Pendapat pertama, puasanya tidak diterima bahkan ia wajib menggantinya. Dan ini adalah mazhab Malikiyah dan Hanabilah serta diakui dalam mazhab Syafi’iyah.

Pendapat kedua, diterima puasa Ramadhannya. Sebagaimana para jamaah haji ketika tidak jelas bagi mereka kapan hari Arafah, lalu mereka wukuf pada hari sebelumnya. Dan ini pendapat sebagian Syafiiyyah.

Kondisi kelima, puasa para tahanan bertepatan dengan  sebagian Ramadhan. Maka yang (dilakukan) bertepatan dengan Ramadhan dan setelahnya diterima, sementara puasa (yang dilakukan) sebelum Ramadhan tidak diterima.” (Lihat al-Majmu’, 3/72-73, al-Mughni, 3/96).

 

Sumber:  https://islamqa.info/ar/81421

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here