Soal:

Suatu hari saya berbuka puasa dengan sengaja, dan saya ingin memberi makan kepada 60 orang miskin.

Pertanyaannya: Apakah dipersyaratkan pemberian makan dilakukan sekaligus atau saya boleh memberi makan 4 atau 3 orang miskin misalnya dalam satu hari?

Apakah diperbolehkan bagi saya memberi makan orang-orang miskin yang termasuk anggota keluarga saya, seperti ayah, ibu, dan saudara laki-laki?

Jawaban:

Apabila seseorang berbuka puasa pada bulan Ramadhan dengan selain jima’, maka tidak ada kewajiban kafarat atasnya menurut pendapat yang shahih, dan ia hanya wajib bertaubat dan mengqadha’ hari dimana ia tidak berpuasa.

Adapun bila ia berbuka karena jima’, maka dalam masalah ini ia harus bertaubat, mengqadha’ hari tersebut, dan melaksanakan kafarat dalam bentuk:

(1) membebaskan budak.

(2) bila tidak mendapatkannya, maka berpuasa selama dua bulan berturut-turut.

(3) bila ia tidak sanggup, maka memberi makan enampuluh orang miskin.

Dan apabila ia telah berpindah ke pemberian makan karena sebab tidak sanggup melakukan hal-hal sebelumnya (yaitu membebaskan budak dan berpuasa), maka ia diperbolehkan memberi makan 60 orang miskin sekaligus. Dan juga boleh memberikannya dalam beberapa gelombang sesuai kemampuan, tetapi harus mencapai jumlah orang miskin yang diwajibkan (yaitu: 60 orang).

Tapi tidak boleh memberikan makan kepada keluarga asalnya -yaitu ayah, ibu, kakek dan nenek-, juga tidak boleh keluarga cabangnya (keturunan) -yaitu anak dan cucu, baik laki-laki dan perempuan-.

(Lihat: Fatawa Al-Lajnah Al-Daimah, 9/221).

 

Link : https://islamqa.info/ar/132273

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here