Apakah ketika kita merasakan rasa darah di kerongkongan dan kita meludahkannya sedikit dalam keadaan berpuasa, apakah kita diwajibkan untuk mengqadhanya?

Jawaban:

Apabila seseorang yang berpuasa merasakan rasa darah di kerongkongannya, maka hal itu tidak merusak puasanya jika ia menelannya (saat masih ada di tenggorokan). Tetapi apabila darah telah keluar sampai ke mulut kemudian ia menelannya, maka puasanya batal.

Hal ini semisal dengan lendir, dahak, atau apa saja yang muncul di kerongkongan. Syaikh Ibn ‘Utsaimin rahimahullaah menjelaskan:

“Dan saya mengingatkan tentang masalah dahak dan lendir. Sebagian orang yang berpuasa membebani dan menyusahkan diri mereka. Anda mendapatinya bila merasakan itu (dahak dan lendir) berada di ujung kerongkongannya, ia berusaha untuk mengeluarkannya. Ini adalah kesalahan, karena lendir dan dahak tidak membatalkan puasa kecuali ketika telah sampai ke mulut kemudian ia menelannya; sehingga ini membatalkan puasanya menurut pendapat sebagian ulama. Meskipun sebagian yang lain berpendapat puasanya tidak batal.

Adapun jika ia merasakan sesuatu di kerongkongannya kemudian turun ke dalam perutnya, maka hal ini tidak membatalkan puasanya walaupun ia menyadari hal tersebut. Karena itu, tidak sepantasnya bagi seseorang menyusahkan dirinya dengan berusaha mengeluarkan gangguan ini dari kerongkongannya”. (Lihat: Fatawa Al-Syaikh Ibn ‘Utsaimin 19/365).

 

Link : https://islamqa.info/ar/95565

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here