Saya melaksanakan puasa enam hari di bulan Syawwal. Pada hari kelima yang bertepatan dengan hari Jumat, pada saat shalat subuh, saya mengeluarkan semua yang telah saya makan (muntah) tanpa sengaja. Dan saya tetap menyempurnakan puasa saya dan saya juga berpuasa pada hari sabtu.

Apakah puasa saya ini sah atau salah?

Jawaban:

Puasa Anda tetaplah sah, dan tidak mepengaruhi puasa Anda muntah (tanpa disengaja), karena siapa yang muntah tanpa tanpa disengaja, maka puasanya tetaplah sah.

Adapun orang yang muntah dengan sengaja, maka puasanya telah batal. Hal ini berdasarkan apa yang diriwayatkan oleh al-Tirmidzy (720), dari Abu Hurairah radhiyallaahu ‘anhu, bahwasanya Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

مَنْ ذَرَعَهُ الْقَيْءُ – أي : غلبه- فَلَيْسَ عَلَيْهِ قَضَاءٌ ، وَمَنْ اسْتَقَاءَ عَمْدًا فَلْيَقْضِ

Artinya:

“Barangsiapa yang muntah (tanpa disengaja), maka tidak ada kewajiban qadha’ atasnya. Dan barangsiapa yang muntah dengan sengaja, maka hendaklah ia mengqadha’ (puasanya). (Dishahihkan oleh al-Albany dalam Shahih Al-Tirmidzy).

Ibnu Qudamah rahimahullaah berkata dalam Al-Mughny (3/23):

“Barangsiapa yang muntah dengan sengaja, maka wajib atasnya qadha’, dan barangsiapa yang muntah (tanpa disengaja), maka tidak ada kewajiban atasnya.”

Ini merupakan pendapat para ulama secara umum, dan al-Khatthaby berkata:

“Saya tidak mengetahui adanya perbedaan pendapat diantara para ulama dalam masalah ini.”

Dan Syaikh Ibnu ‘Utsaimin pernah ditanya tentang hukum muntah di bulan Ramadhan, apakah membatalkan puasa?

Maka beliau menjawab :

“Apabila seseorang muntah dengan sengaja, maka puasanya telah batal, dan apabila ia muntah dengan tanpa disengaja, maka puasanya tidaklah batal, dan dalil yang menunjukkan hal ini adalah hadits Abu Hurairah…” (Lihat: Fatawa al-Shiyam, hal. 231)

 

Link : https://islamqa.info/ar/95296

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here