Pertanyaan:

Pertanyaan saya seputar Ramadhan. Saya harus bepergian dari daerah saya ke daerah lain di bulan Ramadhan, dimana jaraknya lebih dari 800 mil. Berdasarkan sunnah Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam, maka saya boleh tidak melaksanakan ibadah puasa dimulai dari hari saya bepergian tersebut.

Saya bepergian mulai jam 4 pagi, lalu sampai pada jam 9.15 pagi. Kemudian saya kembali ke rumah pada keesokan harinya, setelah melaksanakan kerja seharian penuh pada pukul 02.30 siang.

Bolehkah saya tidak berpuasa pada hari tersebut, sementara saya telah mengetahui bahwa saya akan pulang ke rumah pada hari ini? Jika jawabannya adalah iya, maka bolehkah saya tidak berpuasa sejak pagi pada hari tersebut atau saat bepergian pada pukul 2.30?

Jawaban:

Pertama:

Ya, Anda boleh tidak berpuasa pada hari dimana Anda akan pulang pada keluarga Anda dari perjalanan.

Namun para ulama berbeda pendapat mengenai kebolehan tidak melaksanakan ibadah puasa jika seseorang mengetahui bahwa ia akan pulang besok.

Mayoritas ulama (diantara mereka adalah Abu Hanifah, Malik dan Syafi’i Rahimahumullah) berpandangan bahwa boleh baginya untuk tidak berpuasa. Sebab ia adalah seorang musafir, sehingga masuk dalam firman Allah Ta’ala:

وَمَنْ كَانَ مَرِيضًا أَوْ عَلَى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِنْ أَيَّامٍ أُخَرَ

“Barangsiapa yang sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka) maka wajiblah baginya berpuasa) sebanyak hari-hari yang ia tinggalkan itu pada hari-hari yang lain”. (QS. Al-Baqarah: 185)

Sedangkan Imam Ahmad Rahimahullahberpendapat bahwa seseorang yang dalam keadaan seperti itu wajib untuk melakukan puasa.

Ibnu Muflih Rahhimahullah berkata dalam al-Furu’ (3/24):

“Jika seseorang mengetahui bahwa besok ia akan berangkat, maka wajib baginya untuk berpuasa…Ada pula yang berpendapat bahwa hukumnya adalah mustahab (sunnah), sesuai dengan pendapat 3 imam (Abu Hanifah, Malik dan Syafi’i). Hal ini karena disebabkan adanyarukhshah (keringanan) untuk musafir.”

Lihat pula al-Inshaf karya Imam al-Mardawy (7/362).

Syaikh al-Utsaimin Rahimahullah dalam al-Syarh al-Mumti’ (6/210) berkata:

“Apabila seseorang mengetahui bahwa ia akan berangkat besok, maka wajib baginya untuk tetap berpuasa (sampai waktunya ia berangkat-Edt). Ini adalah pendapat Madzhab (Hanbaly). Namun yang benar adalah ia tidak wajib melaksanakan puasa.”

Kedua:

Adapun waktu berbuka puasa, maka Anda boleh berbuka kapan saja yang Anda kehendaki, selama Anda sebagai seorang musafir, hingga nanti Anda pulang ke negeri Anda. Jika Anda pulang dalam keadaan berpuasa, maka wajib bagi Anda untuk menyempurnakan puasa, dan haram bagi Anda membatalkan puasa pada saat itu, karena hukum sebagai musafir telah hilang dari Anda. (Lih: al-Majmu’ 6/173)

Jika Anda pulang dalam keadaan tidak berpuasa, maka para ulama berbeda pendapat; Apakah Anda harus menahan diri dari makan dan minum setelah sampai ke negeri Anda atau tidak? Namun pendapat yang kuat adalah Anda tidak wajib menahan diri dari makan dan minum.

 

Sumber: https://islamqa.info/ar/36721

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here