Pertanyaan:

Pertama-tama saya ingin mengucapkan selamat menjalankan Ibadah di bulan Ramadhan yang mulia ini, semoga Allah menerima puasa dan seluruh rangkaian ibadah kita semua.

Saya sangat berharap bisa memaksimalkan momen istimewa ini untuk beribadah dan mendulang pahala sebanyak mungkin. Oleh karena itu, saya mohon kepada anda agar dapat memberikan rekomendasi agenda harian yang sesuai untuk saya dan keluarga sehingga kami bisa mengisi bulan yang mulia ini dengan kebaikan dan ketaatan.

Jawaban:

Semoga Allah menerima kebaikan kita semua baik perkataan maupun perbuatan, serta senantiasa melimpahkan keikhlasan dalam beramal baik ketika sendiri maupun berjamaah.

Berikut ini adalah agenda harian yang kami rekomendasikan kepada kaum muslimin di bulan yang penuh keberkahan ini.

  1. Hendaknya seorang muslim memulai hari di bulan Ramadhan dengan sahur sebelum menunaikan shalat subuh, dan lebih baik lagi jika sahur dilakukan di akhir waktu.
  2. Selesai sahur, segera bersiap untuk melaksanakan shalat subuh berjamaah di masjid dengan berwudu di rumah kemudian menuju masjid sebelum adzan dikumandangkan.
  3. Ketika masuk masjid, usahakan untuk senantiasa menunaikan shalat dua rakaat (tahiyyat al-masjid) kemudian menyibukkan diri dengan berdoa, membaca al-Qur’an, atau berzikir sampai muadzin mengumandangkan adzan.
  4. Dan jika adzan dikumandangkan, hendaknya mengikuti ucapan muadzin lalu berdoa setelahnya sebagaimana yang sudah diajarkan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.
  5. Setelah adzan, tunaikanlah shalat dua rakat (shalat sunah rawatib subuh), lalu sibukkan diri dengan berzikir, berdoa, atau membaca al-Qur’an hingga didirikan shalat, karena seseorang yang menunggu pelaksanaan shalat maka dia senantiasa dihitung dalam keadaan shalat.
  6. Setelah selesai menunaikan shalat berjamaah, sebaiknya membaca zikir sebagaimana yang sudah diajarkan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Dan akan lebih baik lagi jika tetap berdiam di masjid sampai matahari terbit sambil mengisinya dengan berzikir atau membaca al-Qur’an, karena inilah yang dulu dilakukan Nabishallallahu ‘alaihi wa sallam ketika beliau selesai shalat subuh.
  7. Ketika matahari terbit, usahakan untuk menunggu beberapa saat (sekitar 15 menit) agar bisa menunaikan shalat dua rakaat (shalat dhuha), namun jika hendak menunda shalat dhuha hingga ke waktu yang utama yaitu ketika matahari meninggi dan panas mulai menyengat, maka hal tersebut lebih baik.
  8. Kemudian, jika ingin beristirahat atau tidur maka hendaknya meniatkan aktifitas tersebut agar semakin kuat dalam beribadah dan mencari rezeki, dengan demikian tidurpun mendapatkan pahala dari AllahTa’ala. Selain itu, usahakan untuk tidak melupakan adab tidur sebagaimana yang telah diajarkan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.
  9. Ketika datang waktu shalat zuhur, usahakan untuk pergi ke masjid lebih awal baik sebelum adzan atau langsung sesudahnya dan dalam keadaan siap untuk shalat. Laksanakanlah shalat empat rakaat dengan dua kali salam (qabliyah zuhur) kemudian sibukkan diri dengan membaca al-Qur’an hingga shalat didirikan. Selesai shalat berjamaah, tunaikanlah shalat dua rakaat (ba’diyah zuhur).
  10. Setelah itu, hendaknya segera kembali ke tempat kerja guna menyelesaikan pekerjaan yang belum tuntas sampai waktu kerja habis. Dan bila waktu pulang telah tiba dan terdapat waktu yang cukup untuk beristirahat, maka gunakanlah kesempatan tersebut sebaik-baiknya. Namun, jika sekiranya waktu tidak mencukupi, maka usahakan untuk tidak tidur karena khawatir shalat ashar berjamaah akan terlewat. Dan sebagai gantinya, carilah aktifitas yang tepat sambil menunggu waktu datang shalat ashar seperti pergi ke pasar terdekat untuk membeli beberapa kebutuhan rumah tangga atau bisa langsung menuju masjid dan berdiam di sana hingga datang waktu shalat ashar.
  11. Alangkah baiknya jika setelah selesai menunaikan shalat ashar, seorang muslim berdiam diri di masjid sambil membaca al-Qur’an. Namun jika dirinya merasa lelah dan letih, hendaknya tidak memaksakan diri dan memanfaatkan waktu tersebut untuk beristirahat agar kondisinya fit ketika melaksanakan shalat tarawih di malam harinya.
  12. Dan dalam rangka mengisi waktu menunggu berbuka dengan sebaik-baiknya, upayakan untuk selalu melakukan kegiatan yang berfaedah seperti membaca al-Qur’an, berdoa atau membicarakan hal yang bermanfaat dengan anggota keluarga.

Namun di antara sekian banyak aktifitas yang paling utama di waktu ini adalah ikut berpartisipasi dalam menyiapkan makanan berbuka untuk orang-orang yang sedang berpuasa lalu membagikannya kepada mereka. Bisa dikatakan inilah kenikmatan sejati yang hanya bisa dirasakan oleh mereka yang sudah pernah mencobanya.

  1. Setelah berbuka dengan makanan ringan, segera pergi menuju masjid untuk menunaikan shalat maghrib berjamaah kemudian diikuti dengan shalat ba’diyah maghrib sebanyak dua rakaat. Dan jika ingin makan makanan berat setelah itu, hendaknya makan secukupnya dan tidak berlebihan.

Sedangkan untuk mengisi waktu luang antara maghrib dan isya’ dengan tepat, terdapat beberapa aktifitas yang bisa dilakukan bersama keluarga, seperti membaca buku cerita, mengaji buku fikih praktis, mengadakan lomba atau game, ngobrol santai, atau aktifitas lain yang menarik dan bermanfaat sehingga bisa mengalihkan perhatian dari jeratan televisi yang biasanya menampilkan beberapa acara yang sangat atraktif dan program yang memukau di jam-jam seperti itu walaupun seringkali berisi konten yang dapat merusak akidah dan akhlak.

Oleh sebab itu, berusahalah dengan gigih agar mampu menghindarkan diri dan keluarga dari program dan acara televisi yang merusak, dan karena semua akan dimintai pertanggungjawaban maka siapkanlah segala sesuatunya.

  1. Menjelang shalat isya’, bersiaplah untuk pergi menuju masjid dan sibukkan diri dengan membaca al-Qur’an atau mendengarkan kajian yang biasanya dilaksanakan di masjid.
  2. Usahakan untuk menunaikan shalat ba’diyah isya’ sebanyak dua rakaat sebelum mengikuti shalat tarawih secara berjamaah dengan khusyu’ dan penuh penghayatan. Upayakan untuk tidak pulang sebelum imam menyelesaikan rangkaian shalat tarawih, karena Rasulullah sallallahu ’alaihi wa sallampernah bersabda:

إِنَّهُ مَنْ قَامَ مَعَ الإِمَامِ حَتَّى يَنْصَرِفَ كُتِبَ لَهُ قِيَامُ لَيْلَةٍ

“Barangsiapa yang melaksanakan shalat (tarawih) bersama imam hingga selesai, maka akan dicatat baginya shalat satu malam penuh.”(HR. Abu Daud no. 1370, dan dishahihkan oleh al-Albany dalam kitab Shalat al-Tarawih hal. 15).

  1. Setelah selesai shalat tarawih, anda bebas menentukan agenda pribadi namun tetap harus disesuaikan dengan situasi dan kondisi yang ada. Selain itu, hendaknya anda juga memperhatikan beberapa hal berikut, yaitu:
  2. Senantiasa menjauhkan diri dari segala hal yang haram dan semua yang menjadi pintu masuknya.
  3. Selalu berusaha melindungi anggota keluarga agar tidak terjerumus kepada hal-hal yang haram dan faktor-faktor pemicunya dengan cara yang bijaksana. Hal ini bisa dilakukan dengan menyiapkan program khusus bagi mereka, pergi ke salah satu tempat rekreasi yang diperbolehkan, menjauhkan mereka dari teman-teman yang membawa dampak negatif dan mencarikan teman-teman yang baik.
  4. Mengutamakan amalan yang lebih memiliki prioritas.
  5. Usahakan untuk tidur lebih cepat dan tidak melupakan adab-adab tidur sebagaimana yang sudah diajarkan oleh Rasulullahsallallahu ’alaihi wa sallam. Dan jika anda ingin membaca al-Qur’an atau beberapa buku yang bermanfaat maka ini adalah hal yang bagus, apalagi jika anda belum menyelesaikan wirid harian maka usahakan untuk tidak tidur dulu sebelum anda menyelesaikannya.
  6. Upayakan untuk bangun tidur lebih awal agar mempunyai waktu cukup untuk berzikir dan berdoa sebelum sahur, karena waktu sepertiga malam terakhir adalah waktu di mana Allah Ta’ala turun ke langit dunia. Pada waktu ini, Allah memuji orang-orang yang memohon ampunan, menjawab segala doa, dan menerima penyesalan orang-orang yang bertaubat. Oleh karena itulah, usahakan untuk tidak melewatkan kesempatan berharga ini.

Hari Jum’at

Hari jum’at merupakan hari terbaik dalam rentang waktu sepekan. Oleh karena itu, sudah selayaknya hari jumat mendapat perlakuan spesial dengan cara membuat agenda khusus dalam urusan ibadah. Dan untuk mewujudkannya, alangkah baiknya memperhatikan beberapa hal berikut:

  1. Datang lebih awal ke masjid guna menunaikan shalat jum’at.
  2. Berdiam diri di masjid setelah selesai shalat ashar dan menyibukkan diri dengan membaca al-Qur’an atau berdoa hingga penghujung hari, karena waktu tersebut adalah waktu dikabulkannya doa.
  3. Menjadikan hari jum’at sebagai sebuah momen untuk menyelesaikan beberapa agenda harian yang belum terselesaikan di hari kerja, seperti menyelesaikan wirid pekanan, menghabiskan buku, merampungkan kajian atau beberapa agenda yang lain.

Sepuluh Malam Terakhir Bulan Ramadhan

Pada sepuluh malam terakhir bulan Ramadhan terdapat lailatul qadar, sebuah malam yang lebih baik dari seribu bulan. Oleh karena itu, seorang muslim diperintahkan untuk beri’tikaf di masjid pada malam-malam tersebut sebagai salah satu usaha untuk mendapatkan lailatul qadar sebagaimana yang dulu pernah dilakukan oleh Nabi sallallahu ’alaihi wa sallam.

Dan barangsiapa diberikan kemudahan untuk beri’tikaf penuh pada malam-malam tersebut maka pada hakikatnya dia telah mendapat anugrah yang sangat besar dari Allah. Sedangkan bagi mereka yang hanya mampu beri’tikaf pada malam-malam tertentu saja, maka hendaknya dapat memaksimalkannya. Namun bagi mereka yang belum dapat melaksanakan i’tikaf sama sekali, hendaknya bisa menghidupkan malamnya dengan ibadah dan berbagai macam ketaatan lainnya seperti membaca al-Qur’an, berzikir, ataupun berdoa.

Dan untuk memaksimalkan sepuluh malam terakhir bulan Ramadhan, hendaknya beristirahat dengan cukup di siang hari agar tidak mengantuk di malam hari.

Ini adalah beberapa agenda harian yang kami rekomendasikan. Namun perlu diketahui bahwa agenda-agenda tersebut hanya sekedar usulan dan bersifat sangat fleksibel, jadi setiap orang dapat merubahnya sesuai dengan situasi dan kondisi masing-masing.

Selain itu, agenda-agenda yang sudah kami sebutkan di atas, semuanya bersumber dari Nabi Muhammad sallallahu ’alaihi wa sallammeskipun tidak semua bersifat wajib akan tetapi ada beberapa juga yang bersifat sunah.

Hal lain yang perlu diperhatikan adalah konsistensi dalam beramal, karena amalan yang paling Allah cintai adalah yang paling konsisten meskipun secara kuantitas sedikit.

Nah, biasanya ketika berada di awal bulan Ramadhan seseorang mempunyai semangat yang begitu menggebu untuk beribadah dan melakukan berbagai macam ketaatan, akan tetapi setelah beberapa hari berada di bulan Ramadhan rasa malas mulai meghinggapinya. Maka berhati-hatilah dan tetap teguh menjalankan semua amalan yang ada di bulan yang mulia ini.

Lain daripada itu, seorang muslim harus pandai-pandai mengatur waktunya di bulan Ramadhan agar tidak ada sedikitpun dari waktunya yang terbuang secara percuma sehingga mengakibatkan banyak kesempatan untuk berbuat kebaikan yang terlewat.

Contoh yang sederhana misalkan: membeli kebutuhan rumah tangga menjelang bulan Ramadhan, dan jika memang terpaksa untuk berbelanja di bulan Ramadhan hendaknya melakukannya saat pasar tidak begitu banyak pengunjung.

Contoh lain misalnya: mengatur kunjungan keluarga agar tidak mengganggu target ibadah yang sudah dicanangkan, karena ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah adalah prioritas utama di bulan yang penuh berkah ini.

Selanjutnya, anda juga bisa membuat beberapa target ibadah di awal bulan, seperti datang ke masjid lebih awal untuk menunaikan shalat jamaah, menghatamkan bacaan al-Qur’an, melaksanakan shalat tarawih sebulan penuh, atau mengeluarkan infaq dan sedekah setiap hari walaupun dengan nilai yang tidak seberapa.

Dan untuk menguatkan interaksi dengan al-Qur’an di bulan Ramadhan, beberapa saran berikut bisa menjadi sangat bermanfaat, di antaranya adalah:

  1. Membetulkan bacaan al-Qur’an dengan cara memperdengarkannya kepada orang-orang yang bagus bacaannya. Namun jika tidak memungkinkan, bisa dilakukan dengan cara mendengarkan kaset murottal dari para imam.
  2. Mengulang kembali (murajaah) surat-surat yang sudah dihafal, dan jika bisa menambah hafalan tentu akan lebih baik.
  3. Membaca kitab tafsir. Hal ini dapat dilakukan dengan mengkaji kembali ayat-ayat yang masih belum dipahami dengan merujuk beberapa kitab tafsir yang terpercaya seperti Tafsir al-Baghawy, Tafsir Ibnu Katsir, atau Tafsir al-Sa’dy. Atau bisa juga dilakukan dengan membuat jadwal untuk membaca secara berurutan salah satu dari sekian banyak kitab tafsir, misalkan mulai dari juz ‘amma kemudian pindah ke juz tabarak dan begitu seterusnya.
  4. Berusaha untuk mengamalkan perintah-perintah yang didapati pada rangkaian ayat yang dibaca.

Semoga Allah menyempurnakan nikmat bertemu bulan Ramadhan ini dengan membantu kita semua agar dapat menjalankan ibadah shiyam dan qiyam dengan sempurna, serta menerima seluruh amalan kita dan mengampuni segala kekurangan.

 

Sumber: https://islamqa.info/ar/26869

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here