Pertanyaan:

Saya pernah mendengar seorang imam mengatakan bahwa tidak ada setan di bulan Ramadhan. Jika perkataan beliau benar, lalu kenapa masih banyak orang Islam yang kesulitan untuk meninggalkan perbuatan maksiat di bulan tersebut?

Jawaban:

Pertama, pernyataan yang mengatakan bahwa tidak ada setan di bulan Ramadhan itu kurang tepat. Yang benar dan sesuai dengan sabda Nabi Muhammad shallallah a’laih wa sallamadalah bahwa mereka hanya dibelenggu saja di bulan Ramadhan. Hal ini sebagaimana hadits yang berasal dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaih wa sallam bersabda:

إِذَا جَاءَ رَمَضَانُ فُتِّحَتْ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ وَغُلِّقَتْ أَبْوَابُ النَّارِ وَسُلْسِلَتِ الشَّيَاطِينُ.

“Jika bulan Ramadhan telah tiba, pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup, dan setan-setan dibelenggu.”

Kedua, Imam al Qurthuby berkata:

“Jika ada yang berkata: ‘Kita melihat bahwa kemaksiatan dan kejahatan masih merajalela di bulan Ramadhan. Kalau memang benar setan-setan dibelenggu, tentunya hal tersebut tidak akan terjadi’.

Maka saya katakan bahwa kemaksiatan dan kejahatan hanya akan berkurang pada diri orang-orang yang menjalankan puasa dan senantiasa memperhatikan segala syarat dan adabnya.

Adapun maksud dari hadits setan dibelenggu adalah sebagian setan yang dibelenggu terutama setan-setan pembangkang sebagaimana dijelaskan oleh beberapa riwayat yang lain, atau bisa juga bermakna turunnya tingkat keburukan pada bulan Ramadhan jika dibanding bulan-bulan yang lain, dan ini adalah realita yang bisa dirasakan oleh semua.

Jadi, status setan yang dibelenggu oleh Allah pada bulan Ramadhan tidak lantas menjadikan dunia ini terbebas dari segala jenis kemaksiatan dan keburukan, karena ada beberapa faktor selain setan yang mempengaruhi eksistensi hal-hal tersebut seperti jiwa yang kotor, tabiat yang buruk dan setan dari golongan manusia.” (Dikutip dari kitab Fath al-Bari).

Syaikh Muhammad Shalih al-‘Utsaimin pernah ditanya:

“Bagaimana cara mengompromikan antara hadits pembelengguan setan di bulan Ramadhan dengan realita maraknya kemaksiatan pada bulan tersebut?”

Beliau menjawab:

“Maraknya berbagai macam kemaksiatan yang terjadi pada bulan Ramadhan tidak serta merta menafikan validitas hadits yang menyatakan bahwa setan dibelenggu pada bulan tersebut, karena pembelengguan tersebut tidak menghalangi pergerakan setan secara mutlak, sebagaimana sabda Nabi shallallah a’laih wa sallam yang berbunyi:

وَيُصَفَّدُ فِيهِ مَرَدَةُ الشَّيَاطِينِ، فَلَا يَخْلُصُوا فِيهِ إِلَى مَا كَانُوا يَخْلُصُونَ إِلَيْهِ فِي غَيْرِهِ (رواه أحمد)

“Dan pada bulan Ramadhan, setan-setan pembangkang dibelenggu sehingga mereka tidak bisa bebas (menggoda orang yang berpuasa) sebagaimana mereka bebas melakukannya pada bulan yang lain.” (HR. Ahmad no. 7857, hadits ini disebutkan al-Albany dalam Dha’if al-Targhib no. 586 dan dia berkata: “sangat lemah”).

Jadi, setan masih bisa melakukan pergerakan dan menyesatkan manusia di bulan Ramadhan akan tetapi godaan dan tipu daya mereka sangat terbatas, tidak sebagaimana yang biasa dilakukannya di luar bulan Ramadhan.” (Lih.Fatawa al-Shiyam, hal. 466)

Wallahu a’lam.

 

Sumber: https://islamqa.info/ar/37965

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here