Peristiwa-Peristiwa Bersejarah di Bulan Ramadhan

15 Ramadhan tahun 3 Hijriyah

Lahirnya Pemimpin Para Pemuda Ahli Surga

Pada pertengahan bulan Ramadhan tahun ketiga Hijriyah, lahirlah Abu Muhammad al-Qurasyi al-Hasyimy cucu Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, putra dari putri beliau Fathimah al-Zahra’ dan kesayangannya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Dialah yang memiliki wajah paling mirip dengan Rasulullah. Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam yang mentahniknya dengan air ludahnya sendiri dan beliau juga yang memberi nama Hasan. Dia adalah anak pertama yang lahir dari kedua orangtuanya. [Tarikh Khalifah, hlm. 66, dan Tarikh Baghdad, Jilid 1, hlm. 140]

Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam sangat mencintainya, sehingga beliau pun sering bermain-main dengannya.

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ -رِضِيَ اللهُ عَنْهُ-، قَالَ: خَرَجْتُ مَعَ رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي طَائِفَةٍ مِنَ النَّهَارِ، لَا يُكَلِّمُنِي وَلَا أُكَلِّمُهُ، حَتَّى جَاءَ سُوقَ بَنِي قَيْنُقَاعَ، ثُمَّ انْصَرَفَ، حَتَّى أَتَى خِبَاءَ فَاطِمَةَ فَقَالَ: (( أَثَمَّ لُكَعُ؟ أَثَمَّ لُكَعُ؟ )) يَعْنِي حَسَنًا فَظَنَنَّا أَنَّهُ إِنَّمَا تَحْبِسُهُ أُمُّهُ لِأَنْ تُغَسِّلَهُ وَتُلْبِسَهُ سِخَابًا، فَلَمْ يَلْبَثْ أَنْ جَاءَ يَسْعَى، حَتَّى اعْتَنَقَ كُلُّ وَاحِدٍ مِنْهُمَا صَاحِبَهُ، فَقَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: (( اللهُمَّ إِنِّي أُحِبُّهُ، فَأَحِبَّهُ وَأَحْبِبْ مَنْ يُحِبُّهُ )) [البخاري (5884) ومسلم (2421)].

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu berkata,

“Aku pernah keluar bersama Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam pada siang hari, beliau tidak berbicara kepadaku dan aku pun tidak berbicara kepadanya, hingga tiba di pasar Bani Qainuqa’, kemudian beliau pergi dan melewati rumah Fathimah, lalu beliau bersabda: “Adakah anak kecil di situ? Adakah anak kecil di situ?” yaitu Hasan. Kami mengira bahwa Hasan dicegah oleh ibunya karena akan dimandikan dan dipakaikan sikhab (semacam kalung untuk anak). Beberapa saat setelah itu datanglah Hasan sambil berlari hingga keduanya saling berpelukan, lalu beliau bersabda: “Ya Allah sesungguhnya aku mencintainya, maka cintailah dia, dan cintailah orang yang mencintainya”.” [HR. al-Bukhary no. 5884, dan Muslim no. 2421].

Sungguh Allah Ta’ala telah menyatukan dua kelompok besar yang bertikai dari umat Islam melalui perantara Hasan, sebagaimana yang dikabarkan oleh Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika beliau bersabda:

اِبْنِي هَذَا سَيِّدٌ، وَلَعَلَّ اللهَ أَنْ يُصْلِحَ بِهِ بَيْنَ فِئَتَيْنِ مِنَ المُسْلِمِيْنَ [البخاري (3746)] .

“Cucuku ini adalah seorang pemimpin, semoga Allah mendamaikan dua kelompok yang bertikai dari kaum muslimin melalui tangannya.” [HR. al-Bukhary no. 3746].

Mampu bersikap zuhud terhadap kekuasaan dan jabatan yang tinggi adalah perkara yang tidak mudah. Sehingga tidaklah yang mampu mengerjakannya kecuali orang yang kuat imannya, berakhlak mulia dan berpendidikan seperti al-Hasan Radhiyallahu ‘anhu.

Sumber : www.panduanramadhan.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here