Soal:

Kami shalat tarawih di bulan Ramadhan, tetapi apa yang harus diucapkan saat mengawali shalat tarawih? Misalnya dengan mengucapkan ‘Nawaitu an Ushalliya lillah al-‘Azhim Fi Tha’athi Rabby al-Karim Rak’atain Sunnah…(Saya berniat shalat karena Allah yang maha agung, demi menjalani ketaatan Tuhanku yang maha mulia, sebanyak dua rakaat sunnah…)

Jawaban:

Melafazkan niat saat hendak shalat merupakan bid’ah, entah itu ketika shalat tarawih atau shalat lainnya.

Ibnu al-Qayyim di dalam Zad al-Ma’ad (1/201) menuturkan:

“Beliau –Shallallahu ‘alaihi wasallam– saat hendak shalat mengucapkan, ‘Allahu Akbar’ tidak mengucapkan kalimat apapun sebelumnya, dan sama sekali tidak melafazkan niat, tidak pula pernah mengucapkan ‘Ushally Lillah .. Mustaqbil al-Qiblah Arba’a Raka’at Imaman atau Ma`muman (Saya berniat shalat karena Allah..menghadap ke kiblat sebanyak 4 rakaat sebagai imam atau makmum..), dan tidak juga mengucapkan Adaan(sebagaai penunaian perintah) atau Qadaan (sebagai Qada), tidak pula Fardh al-Waqt (Waktu yang wajib).

Ini termasuk sepersepuluh dari kebid’ahan yang tidak ada seorang perawi  pun menukilnya berlandaskan sanad yang shahih atau lemah, tidak juga satu lafazh pun yang sekedar statusnya bersanad atau Mursal . Bahkan tidak pernah dinukil dari sahabat siapa pun, tidak ada pula kalangan tabi’in yang mengategorikannya sebagai amalan baik, atau di kalangan para imam yang empat.”

Seorang muslim harus menghadirkan niatnya untuk shalat tarawih di dalam hatinya saja, tidak perlu melafazhkan kalimat apapun dengan lisannya.

Wallahu a’lam.

 

Sumber: https://islamqa.info/ar/37841

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here