Soal:

Sebagian imam yang mengimami shalat tarawih, mereka mengerjakan empat rakaat sekaligus atau lebih untuk sekali salam, tanpa jeda duduk tasyahud di antara dua rakaat, dan mereka menganggap bahwa memang seperti itulah sunnahnya. Apakah perbuatan ini memiliki dalil yang valid dalam syariat kita yang suci  ini?

Jawaban:

Amalan tersebut tidak disyariatkan, bahkan hukumnya makruh atau haram menurut kebanyakan ulama. Berdasarkan sabda Nabi –Shallallahu ‘alaihi wasallam

صَلَاةُ اللَّيْلِ مَثْنَى مَثْنَى

Shalat malam itu dua rakaat, dua rakaat.

Status keshahihan hadits ini telah disepakati oleh para ulama, dari haditsnya Ibnu Umar –Radhiyallahu ‘anhuma-.

Serta berdasarkan hadits shahih dari Aisyah –Radhiyallahu ‘anha– bahwasanya ia berkata,

“Nabi –Shallallahu ‘alaihi wasallam– shalat malam sebanyak 11 rakaat, beliau salam setiap dua rakaat, dan shalat satu rakaat witir.”

Status keshahihan hadits ini telah disepakati oleh para ulama, dan banyak hadits lainnya yang semakna.

Adapun hadits Aisyah yang populer, bahwasanya Nabi –Shallallahu ‘alaihi wasallam– shalat malam 4 rakaat, tidak diragukan lagi tentang kondisinya yang khusyuk dan bacaannya yang panjang, kemudian shalat 4 rakaat, dan tidak diragukan lagi tentang kondisinya yang khusyuk dan bacaannya yang panjang.” (hadits Muttafaq ‘alaihi)

Maksudnya: beliau salam setiap dua rakaat, bukan maksudnya empat rakaat berturut-turut hanya sekali salam, berdasarkan hadits di atas serta haditsnya beliau –Shallallahu ‘alaihi wasallam-,

“Shalat malam itu dua rakaat, dua rakaat” yang lalu.

Hadits-hadits tersebut saling melegalkan antara satu dan yang lainnya. Maka seorang muslim wajib meyakini semuanya, serta mencari penjelasan hadits yang kontennya masih umum melalui hadits yang kontennya terperinci. Dan hanya kepada Allah kita memohon taufiq.”  (Lih: Fatawa Islamiyah, 2/156).

 

Sumber: https://islamqa.info/ar/106463

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here