Soal:

Saya masuk ke masjid terlambat, tertinggal 6 rakaat shalat tarawih, setelah tarawih saya shalat Isya. Apakah saya harus meng-qadha 6 rakaat tarawih yang tertinggal tersebut?

Jawaban:

Apa yang Anda lakukan, berupa shalat tarawih terlebih dahulu sebelum shalat Isya itu tidak benar. Seharusnya Anda ikut berjamaah dengan niat shalat Isya, ketika imam salam sesudah dua rakaat, maka Anda bangkit untuk meng-qadha dua rakaat berikutnya. Shalat sunnah malam ini tidak dikerjakan sebelum Isya, tetapi sesudahnya, bahkan setelah shalat sunnah rawatib isya. Sedangkan shalat yang sudah Anda kerjakan itu, sekedar shalat sunnah mutlak, bukan termasuk shalat malam.

Syekh Abdul Aziz bin Baz pernah ditanya:

Jika seorang muslim datang ke masjid, mendapati jamaah sedang mengerjakan shalat tarawih, sementara dirinya belum shalat Isya, apakah ia tetap shalat berjamaah bersama mereka dengan niat shalat Isya?

Beliau menjawab:

“Seseorang tidak dilarang berniat shalat Isya bersama mereka (yang mengerjakan shalat Tarawih), menurut pendapat para ulama yang terpilih. Apabila imam salam, maka ia bangkit untuk menyempurnakan shalatnya.

Hal ini berdasarkan hadits di dalam ash-Shahihain, dari Mu’adz bin Jabal –Radhiyallahu ‘anhu– bahwasanya ia shalat Isya bersama Nabi –Shallallahu ‘alaihi wasallam-, kemudian ia pulang ke daerah kaumnya untuk mengimami mereka shalat Isya, namun Nabi –‘Alaihish Shalatu wasallam– tidak mengingkarinya.

Hadits tersebut menunjukkan, seseorang yang shalat Fardhu boleh menjadi makmum bagi orang yang shalat sunnah. Dalam sebuah hadits shahih, dari Nabi –Shallallahhu ‘alaihi wasallam-, dalam salah satu momen shalat Khauf, beliau mengimami shalat sekelompok pasukan dua rakaat kemudian salam, lalu beliau shalat menjadi imam kembali bagi kelomppok pasukan lainnya dua rakaat kemudia salam. Shalat beliau yang pertama statusnya wajib, dan yang kedua statusnya sunnah, sementara sang makmum statusnya wajib.” (Lih: Majmu’ Fatawa syekh Ibnu Baz, 12/181).

Beliau juga berkata:

“Shalat tahajud yang disunnahkan di  bulan Ramadhan atau di bulan lain itu dikerjakan setelah shalat sunnah ba’diyah Isya, sebagaimana yang dicontohkan oleh Nabi –Shallallahu ‘alaihi wasallam-, dan tidak ada perbedaan tata cara antara di masjid atau pun di rumah.” (Lih: Majmu’ Fatawa asy-Syaikh Ibnu Baz, 11/368)

Adapun terkait kondisi Anda yang tertinggal beberapa rakaat shalat tarawih, maka Anda boleh memilih antara meng-qadha’nya atau tidak, sebab shalat tarawih hukumnya sunnah, maka meng-qadha’nya tidaklah wajib seperti halnya pada shalat fardhu lima waktu.

Wallahu a’lam.

 

Sumber: https://islamqa.info/ar/37829

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here