Soal:

Apakah lebih utama menabung untuk berhaji di tahun depan atau menunaikan umrah sekarang? Sekarang ini, saya dan suami memiliki uang yang cukup untuk menunaikan umrah berdua. Namun jika kami tidak berumrah sampai tahun depan, maka mungkin akan terkumpul cukup dana untuk suami saya berhaji seorang diri. Tapi ini belum bisa dipastikan. Jadi manakah yang lebih utama untuk dikerjakan?

Jawaban:

Yang kami sarankan untuk Anda berdua adalah segeralah menunaikan umrah selama Anda berdua sanggup melakukannya. Hal ini karena beberapa faktor:

  1. Bahwa yang disyariatkan bagi seorang mukmin adalah bersegera melakukan amal-amal shaleh. Allah Ta’ala berfirman:

وَسَارِعُوا إِلَى مَغْفِرَةٍ مِنْ رَبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا السَّمَاوَاتُ وَالْأَرْضُ أُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِينَ

“Dan bersegeralah kalian menuju ampunan Rabb kalian dan surga yang luasnya seluas langit dan bumi, yang telah disiapkan untuk orang-orang yang bertaqwa.” (Ali Imran: 133)

Allah Ta’ala juga berfirman:

سَابِقُوا إِلَى مَغْفِرَةٍ مِنْ رَبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا كَعَرْضِ السَّمَاءِ وَالأَرْضِ أُعِدَّتْ لِلَّذِينَ آمَنُوا بِاللَّهِ وَرُسُلِهِ

“Dan berlombalah kalian menuju ampunan dari Rabb kalian dan surga yang luasnya seperti luas langit dan bumi, yang disiapkan untuk orang-orang yang beriman kepada Allah dan RasulNya.” (al-Hadid: 21)

Sebagian ulama salaf mengatakan:

“Siapa yang dibukakan untuknya pintu kebaikan, hendaklah ia memanfaatkannya, karena ia tidak pernah tahu kapan (pintu itu) akan ditutup untuknya.”

  1. Bahwa Anda tidak dapat memastikan kemampuan suami Anda untuk menunaikan ibadah haji tahun depan dikaitkan dengan kecukupan dananya. Bahkan meski dana itu cukup, mungkin akan ada halangan-halangan lain, seperti kesibukan atau hal lain yang dapat menghalanginya berhaji. Sehingga dengan begitu, ia telah menunda umrah tanpa suatu keperluan atau kemaslahatan yang lebih besar, dan ia pun tak dapat menunaikan ibadah haji.
  2. Bahwa sekarang Anda berdua mampu untuk menunaikan umrah, maka ia menjadi wajib atas kalian (Catatan: sebagian ulama berpandangan bahwa umrah juga wajib hukumnya sekali seumur hidup, dan pendapat ini cukup kuat-Penj). Adapun haji, maka sekarang ia tidak wajib bagi Anda berdua, karena ketidakmampuan Anda melakukannya. Sehingga tidak bijaksana jika menunda apa yang justru wajib Anda kerjakan sekarang, “hanya” untuk menunggu apa yang belum lagi wajib Anda kerjakan.

Maka sekarang ini Anda berdua diperintahkan untuk menunaikan umrah…selama Anda berdua mampu melakukannya, dan Anda (saat ini) tidak diperintahkan untuk berhaji, karena belum mampu. Jadi Anda harus segera menunaikan umrah, demi menjalankan perintah Allah Ta’ala:

فَاتَّقُوا اللَّهَ مَا اسْتَطَعْتُمْ

“Maka bertaqwalah kalian kepada Anda sekemampuan kalian.” (al-Taghabun: 16)

Juga berdasarkan sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam:

إِذَا أَمَرْتُكُمْ بِأَمْرٍ فَأْتُوا مِنْهُ مَا اسْتَطَعْتُمْ

“Apabila aku memerintahkan kalian suatu perintah, maka kerjakanlah sekemampuan kalian.” (HR. Al-Bukhari no. 7288, dan Muslim no. 1337)

  1. Kemudian Anda juga belum menyebutkan penjelasan tentang dana simpanan tersebut: apakah ia milik suami Anda atau milik Anda berdua yang Anda tabung bersama? Jika dana itu milik Anda berdua, maka para ulama rahimahullah menyebutkan bahwa “tidak boleh berkorban untuk orang lain dalam melakukan ketaatan/ibadah yang sifatnya wajib”. Maka Anda tidak bisa merelakan uang Anda untuk suami Anda berhaji, lalu Anda sendiri tidak bisa menunaikan umrah.

Syekh Muhammad bin ‘Utsaimin rahimahullah menjelaskan:

“Berkorban dalam hal ibadah itu ada 2 jenis:

Jenis pertama: ibadah yang wajib. Maka ini tidak boleh mengorbankan diri untuknya. Misalnya: ada orang yang memiliki air yang hanya cukup untuk wudhu 1 orang saja, dan ia sendiri tidak dalam keadaan berwudhu, begitu pula dengan teman yang bersamanya dalam keadaan tanpa wudhu. Maka dalam kondisi seperti ini, ia tidak boleh mengorbankan (airnya) untuk kawannya itu; karena ia akan meninggalkan sebuah kewajiban yaitu bersuci dengan air, karena berkorban dalam (melaksanakan) yang wajib adalah haram…” (Lih. Liqa’at al-Bab al-Maftuh, pertemuan ke 35, hal. 22)

Kami berdoa kepada Allah semoga memberikan taufik kepada Anda berdua pada apa yang dicintai dan diridhaiNya.

Wallahu a’lam.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here