Soal:

Saya mengerjakan tawaf ifadhah. Lalu pada saat saya menyelesaikan putaran ketiga, saya harus pergi ke kamar kecil. Lalu saya berwudhu dan menyempurnakan 4 putaran yang tersisa. Maka apakah tawaf saya sah?

Jawaban:

Thaharah (bersuci) adalah syarat sah melakukan tawaf menurut Jumhur ulama, namun mereka berbeda pendapat tentang jika ia mengalami hadats saat melakukan thawaf lalu ia berwudhu; apakah ia boleh melanjutkan putaran-putaran tawafnya atau harus mengulanginya kembali? Ada 2 pendapat dalam hal ini:

Kalangan Hanafiyah dan Syafi’iyah berpendapat bahwa ia melanjutkan kembali tawafnya, meskipun jeda antara keduanya berlangsung lama, karena keberturutan (muwalah) antara putaran-putaran itu bukanlah syarat dalam tawaf.

Sementara kalangan Malikiyah dan Hanabilah berpendapat bahwa ia harus mengulangi tawafnya dari awal; karena hadats itu membatalkan tawafnya, maka ia harus mengulanginya kembali. Hukum yang sama juga berlaku jika jeda antara putaran itu berlangsung lama, karena keberturutan antara putaran (muwalah) itu adalah syarat sah tawaf.

(Lih: al-Mausu’ah al-Fiqhiyyah 29/131)

Syekh Abdul Aziz bin Baz rahimahullah mengatakan:

“Jika seseorang mengalami hadats di tengah tawafnya, maka ia (harus) memutuskan tawafnya seperti (jika mengerjakan) shalat. Inilah pendapat yang benar, dan masalah ini dipersilisihkan oleh para ulama, namun inilah pendapat yang benar terkait tawaf dan shalat; berdasarkan sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam:

‘Jika seorang dari kalian buang angin dalam shalat, maka hendaklah ia meninggalkannya dan berwudhu lalu mengulangi shalatnya.” (HR. Abu Dawud dan dishahihkan oleh Ibnu Khuzaimah)

Dan tawaf termasuk dalam jenis shalat secara umum.” (Lih: Majmu’ Fatawa al-Syaikh Ibn Baz, 10/160)

Syekh Muhammad bin ‘Utsaimin rahimahullah mengatakan:

“Dalam tawaf dan sa’i dipersyaratkan keberturutan (muwalah) yaitu kebersambungan antara putaran-putarannya. Maka jika ia dipisahkan dengan jeda yang panjang, batallah putaran tawaf yang pertama dilakukannya, dan ia wajib mengulanginya kembali tawafnya dari awal. Adapun jika jedanya tidak lama, ia duduk 2 atau 3 menit, lalu kembali melanjutkannya, maka tidak mengapa.” (Lih: Majmu’ Fatawa al-Syaikh Ibn Utsaimin, 22/293)

Syaikh Ibnu ‘Utsaimin rahimahullah pernah ditanya:

“Seorang melakukan tawaf ifadhah di Baitullah, lalu di tengah tawafnya ia mengalami hadats, lalu ia pergi berwudhu lalu kembali menyempurnakan tawaf tanpa mengulanginya dari awal karena menyangka bahwa perbuatannya ini benar. Jadi apa yang wajib dilakukannya?”

Beliau menjawab:

“Tawaf dimana ia mengalami hadats saat melakukannya lalu ia pergi berwudhu, jika kita katakan bahwa bersuci adalah syarat sah dalam tawaf, maka tawaf dimana ia mengalami hadats itu batal, sehingga melanjutkannya kembali tidaklah sah. Atas dasar ini, maka tawafnya tidak dapat dianggap sebagai tawaf ifadhah.

Adapun jika kita mengatakan bahwa wudhu tidak dipersyaratkan dalam tawaf, maka kita melihat: apakah upaya mencari air lalu berwudhu itu memakan waktu yang lama? (Jika ya), maka tawafnya juga tidak sah, karena untuk tawaf dipersyaratkan adanya keberturutan antara setiap putaran (muwalah). Adapun jika lokasi airnya dekat lalu ia berwudhu dan kembali dengan cepat, maka tawafnya sah.” (Lih: Majmu’ Fatawa wa Rasa’il al-‘Utsaimin, 22/357)

Namun pada umumnya pergi ke toilet di musim haji dimana terjadi kepadatan, lalu berwudhu akan memakan waktu yang lama sehingga memutuskan keberturutan antara satu putaran dengan putaran lainnya, sehingga menjadi tidak sah menyempurnakan tawaf dengan menggenapkan putaran-putaran sebelumnya.

Atas dasar ini, maka jika Anda sampai sekarang belum mengulangi tawaf ifadhah tersebut, maka haji Anda belumlah sempurna dan Anda harus kembali ke Mekkah untuk mengerjakan tawaf ifadhah; karena tawaf ifadhah adalah rukun yang harus dikerjakan. Kecuali jika Anda mengerjakan tawaf tersebut berdasarkan fatwa seorang ulama atau bertaklid pada ulama yang berpendapat demikian (baca: sahnya tawaf tersebut-penj), maka Anda tidak perlu melakukan apa-apa dalam kondisi ini.

Wallahu a’lam.

 

Sumber: https://islamqa.info/ar/224464

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here