Soal:

Saya dan istri berangkat haji tahun lalu. Tapi kami tak mengenakan pakaian ihram kecuali setelah tiba di Jeddah, karena seharusnya kami pergi ke Madinah terlebih dahulu, tapi pihak petugas di Jeddah tidak mengizinkan kami pergi ke Madinah disebabkan batas waktu musim haji –saat itu sudah 5 hari sebelum haji-. Niat kami mulanya memakai pakaian ihram dari Madinah sebelum kembali ke Jeddah.

Apakah kami harus menyembelih (dam) berdua? Lalu bagaimana cara kami sekarang ini membayar untuk 2 ekor sembelihan itu jika kami tinggal di luar Saudi?

Jawaban:

Jika kondisinya seperti yang Anda sebutkan –bahwa Anda tiba di Jeddah tanpa berihram karena berniat untuk pergi ke Madinah lebih dulu lalu berihram dari sana, namun petugas melarang Anda pergi ke Madinah, sehingga Anda berihram dari Jeddah-, maka itu tidak mengapa bagi Anda; karena kepergian Anda ke Jeddah mulanya tidak bermaksud (langsung) menunaikan haji, sehingga kalian tidak harus berihram dari miqat saat Anda melaluinya, namun Anda meniatkan haji saat Anda berjalan dari Madinah dimana Anda harus berihram dari miqatnya (yaitu Dzulhulaifah).

Syekh Ibnu ‘Utsaimin rahimahullah pernah ditanya tentang seorang yang datang dari Jeddah dalam keadaan tidak berihram, lalu ia pergi ke Madinah untuk mengunjungi Masjid Nabawi, lalu berihram dari miqat penduduk Madinah; apakah itu sah?

Beliau menjawab:

“Tidak mengapa (yang demikian itu). Maksudnya: jika seseorang datang dari negerinya dengan niat awal ke Madinah, lalu ia singgah di Jeddah, kemudian berangkat dari Jeddah menuju Madinah, lalu meninggalkan Madinah dengan berihram dari miqat penduduk Madinah, maka itu tidak mengapa (baca: boleh).” (Lih: Liqa’ al-Bab al-Maftuh 29/121)

Dan karena perjalanan Anda ke Madinah mendapatkan halangan dan Anda sudah berniat menunaikan haji, maka Anda dapat berihram dari tempat Anda berada –yaitu: dari Jeddah-. Sehingga apa yang Anda lakukan –walhamdulillah- tidak mengharuskan Anda (menggantinya dengan) apapun.

Dan kami memohon kepada Allah untuk menerima (amal ibadah) kami dan Anda.

Wallahu a’lam.

 

Sumber: https://islamqa.info/ar/115121

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here