Petugas Otoritas Jasa Keuangan (OJK) beraktivitas di ruang layanan Konsumen, Kantor OJK, Jakarta, Senin (23/10). Menjelang peralihan Sistem Informasi Debitur (SID) atau yang dikenal sebagai BI Checking dari Bank Indonesia ke OJK pada tahun 2018, Bank Indonesia bersama OJK terus melakukan pengembangan Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) yang akan menggantikan SID, agar dapat secara optimal mendukung kebutuhan industri yang semakin kompleks serta mendukung tugas OJK, BI maupun tugas lembaga terkait lainnya dengan optimal. ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/aww/17.

PORTAL-INDONESIA.CO.ID, YOGYAKARTA — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyatakan hingga saat ini sudah berdiri 40 bank wakaf mikro di seluruh Indonesia. “Ini kita sudah masuk ke sekitar 35 sampai 40 bank wakaf mikro yang sudah kita dirikan,” kata Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santosa usai meluncurkan Program Klaster Pembatik Bank Wakaf Mikro di Pondok Pesantren Al Munawwir Krapyak, Yogyakarta, Sabtu (17/11).

Selain itu, kata dia, pengelola bank wakaf sudah mulai masuk ke pembinaan dan pemasaran produk usaha mikro nasabah, sebab masyarakat sudah tahu produk mereka kualitasnya tidak kalah dari produk yang sudah beredar. “Sehingga ini nanti bisa menjadi sumber pengembangan lebih lanjut lagi bagi para pengusaha mikro, kalau sekarang ini mereka tidak ada yang memasarkan mereka sendiri, nanti bagaimana pemasaran ini bisa kita upayakan,” katanya.

Wimboh mengatakan, salah satunya dengan mengoptimalkan badan usaha milik desa (bumdes) yang sudah punya link pemasaran, kemudian juga melalui dalam jaringan, sehingga di manapun bisa order secara onlineproduk itu. “Kita juga siap membantu memfasilitasi kalau ada pameran kerajinan itu, nanti kita sama sama buka stan untuk produk Bank Wakaf Mikro, nasabah bank wakaf mikro, supaya paham ternyata masyarakat di daerah bisa produksinya bagus,” katanya.

Ia mengatakan, saat ini total nasabah bank wakaf mikro yang keberadaan tersebar di seluruh Tanah Air sekitar 7.500 nasabah, dan jumlah nasabah itu akan terus bertambah seiring bertambahnya pendirian bank wakaf mikro. “Sekarang ini di Yogyakarta sudah ada tiga Bank Wakaf Mikro, nanti kalau potensinya ada kita dirikan lagi, kita tidak akan berhenti akan terus kita lakukan, dan ke depan akan kita lihat bagaimana perkembangannya,” katanya.

Sumber : Antara

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here