PORTAL-ISLAM.COM, Kuala Lumpur — Pada tanggal 7 Januari 2019, telah dilaksanakan Audiensi antara Persatuan Pelajar Indonesia Malaysia (PPIM) dengan Atase Pendidikan dan Kebudayaan (Atdikbud) KBRI Kuala Lumpur yang bertempat di Ruang Rapat lantai 7 KBRI Kuala Lumpur. PPIM diwakili oleh beberapa pengurus dari berbagai kampus di Malaysia, seperti UTM, USIM, IIUM, APU, dan UCSI. Sementara itu dari Atdikbud sendiri diwakili langsung oleh Ayahanda Mokhammad Farid Ma’ruf, Ph.D dan didampingi stafnya, Pak Erwin.

Audiensi PPIM yang dipimpin oleh Muhammad Ammar Naufal, selaku Ketua Umum, ialah dalam rangka silaturrahmi dan memperkenalkan pengurus baru kepada Atdikbud yang baru. Juga sekaligus penyamaan persepsi antara visi misi Atdikbud dan PPIM.

Sebagaimana salah satu tugas pokok Atdikbud adalah membina masyarakat Indonesia, khususnya para pelajar, mahasiswa, tenaga kerja Indonesia (TKI) dan anak TKI di Malaysia, maka PPIM memaparkan program-program kerja yang bisa disinergikan, seperti Simposium Internasional PPI Dunia di Malaysia, PPIM mengabdi untuk anak TKI, Asean Youth Conference (AYC), Olimpiade Mahasiswa Indonesia (OMI), Start Up Competition, Webinar, dan masih banyak lagi kegiatan-kegiatan yang meliputi bidang pendidikan dan kebudayaan, penelitian, bantuan hukum, dan pengabdian masyarakat.

Dalam sesi diskusinya, Mokhammad Farid Ma’ruf, Ph.D, yang juga lulusan S3 Saitama University, Jepang, berharap agar PPIM bisa membuat program-program ril yang dapat menyentuh masyarakat secara langsung, khususnya pendidikan bagi anak-anak TKI.

“Yang menjadi visi utama Atdikbud hari ini adalah bagaimana memastikan anak-anak TKI mendapatkan pendidikan yang layak dan mampu bersekolah sampai ke perguruan tinggi agar bisa melebihi orang tuanya”, ujarnya.

Dosen teknik Universitas Jember yang juga pernah mengajar di Fakulti Kejuruteraan Awwam UTM, Farid Ma’ruf, juga berpesan agar PPIM senantiasa mengedepankan program-program yang berdampak tinggi dan jelas hasilnya serta mengurangi kegiatan-kegiatan bersifat hura-hura yang menghabiskan dana yang besar. “Sudah saatnya PPIM menjadi organisasi mandiri dan melakukan kegiatan-kegiatan yang bersifat esensial dan tidak terlalu seremonial”, ungkapnya.

Diakhir sesi, PPIM melakukan sesi foto bersama sekaligus meminta Atdikbud untuk bisa melantik pengurus baru yang direncanakan pada tanggal 22 Februari 2019 di Aula Hasanuddin KBRI Kuala Lumpur.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here